Jl. Tebet Barat Dalam Raya No.12, Jakarta 12810 info@geibtechforlearning.org +6221 2854 2020

Pentingnya Sektor Manufaktur Untuk Menggerakkan Perekonomian Indonesia

Pemerintah yakin sektor manufaktur akan menjadi mesin baru perkembangan ekonomi untuk Indonesia dan karenanya akan konsentrasi pada pengembangannya dalam lima tahun ke depan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menerangkan pengembangan sektor manufaktur sangat urgen untuk menambah potensi perkembangan PDB Indonesia dan paling tidak untuk menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang.

“Kita butuh memfokuskan kembali kepada sektor manufaktur. Dimana manufaktur sebagai prasyarat untuk mendorong perkembangan ekonomi, ”kata Bambang di Jakarta pekan ini.

Laporan bersamaan yang didapat dari Asian Development Bank (ADB) dan Bappenas memperkirakan bahwa Indonesia akan menyaksikan tingkat perkembangan rata-rata 6,31 persen antara tahun 2020 dan 2024 di bawah “ini adalah skenario yang baik”. Skenario ini memproyeksikan bagian kegiatan di sektor manufaktur bertambah secara bertahap sekitar periodenya dan menjadi 20 persen dari angkatan kerja pada tahun 2024.

Namun di bawah “skenario buruk”, menduga pangsa lapangan kerja di sektor manufaktur akan sedikit menurun sampai 13 persen, laporan itu memperkirakan tingkat perkembangan PDB potensial Indonesia menjangkau rata-rata 5,52 persen antara tahun 2020 dan 2024.

Sektor manufaktur Indonesia mempekerjakan 14,72 persen dari tenaga kerja, menurut keterangan dari data Statistik Indonesia (BPS) dari bulan Agustus 2018, sedangkan sektor pertanian tetap menjadi pemberi kerja utama negara dengan memakai 28,79 persen tenaga kerja.

Mengembangkan sektor manufaktur pun penting untuk meminimalisir ketergantungan negara pada ekspor berbasis komoditas mentah dengan kompleksitas yang relatif rendah dan kebersangkutanan dengan industri lain.

“Ketergantungan negara pada komoditas rentan terhadap evolusi harga di pasar dan karenanya menyerahkan ekonomi Indonesia platform yang lebih lemah dikomparasikan dengan produk hilir dari ekspor berbasis manufaktur”, kata Bambang.

Di era Gubernur Ali Sadikin, salah satu penggerak ekonomi juga berasal dari usaha pertaruhan yang sempat dilegalkan pada saat itu. Banyak masyarakat berpendapat untuk melahirkan kembali kebijakan tersebut, bahkan sempat ada jargon ‘syariah’ ketika pemilihan Gubernur tahun lalu. Seperti di Las Vegas, pajak yang dihasilkan dari kota ini mampu membantu pertumbuhan ekonomi di Amerika. Omzet yang dihasilkan dari produk-produk seperti taruhan bola, kasino online dan slot mesin yang dihasilkan oleh agen judi terpercaya kemungkinan besar dapat mendongkrak pendapatan masyarakat secara mikro dan juga pendapatan negara secara makro.

Menteri menerangkan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) berikutnya, yang sedang dibentuk oleh Bappenas, akan menekankan pada pembuatan nilai tambah dalam ekonomi, terutama di sektor manufaktur, sampai-sampai negara itu dapat melakukan penganekaragaman produk ekspornya.

“Dengan membuat nilai tambah, saya dan anda bisa berpartisipasi lebih banyak dalam rantai nilai global. Kompleksitas produk kami akan meningkat sebab nilai tambah yang lebih tinggi, ”kata Bambang. “Itulah usulan dari strategi manufaktur kami.”

Langkah pertama dalam mengembangkan sektor manufaktur adalah untuk menambah kompleksitas mengekspor sumber daya alam Indonesia, yang berarti mengembangkan lebih banyak produk hilir menilik kelimpahannya di negara ini serta kehadirannya yang utama dalam data perniagaan negara tersebut, kata Bambang.

Data yang dikoleksi dari Bappenas mengungkapkan bahwa lebih dari 30 persen ekspor Indonesia pada tahun 2018 berasal dari sektor berbasis komoditas seperti minyak sayur, lemak, batubara, gas alam, serta minyak bumi dan produk turunannya.

Penasihat ADB dalam riset ekonomi dan departemen kerja sama regional, Jesus Felipe, menerangkan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan swasta di sektor manufaktur sangat urgen untuk mengidentifikasi masalah yang menghambat pengembangan sektor serta produk ekspor baru.

“Pemerintah perlu mengawali dialog dengan sektor swasta guna bersama-sama mengidentifikasi dan menanggulangi hambatan untuk pengembangan sektor manufaktur modern. Sangat penting untuk para pembuat kepandaian dan sektor swasta untuk bekerjasama dalam mengejar produk-produk baru dan lebih modern yang dapat sukses didiversifikasi ke Indonesia, ”katanya.

Direktur jendral ADB untuk departemen Asia Tenggara, Ramesh Subramaniam, sependapat, menerangkan kolaborasi sektor publik dan swasta sangat urgen dalam menilai arah pekerja yang menambah keterampilan supaya lebih cocok dengan tuntutan industri seiring dengan pertumbuhan sektor manufaktur.

Kepala ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan menerangkan pemerintah butuh memiliki kepandaian komprehensif yang ditunjukkan pada subsektor tertentu dari industri manufaktur guna mengembangkan industri ini secara lebih efektif.

“Kami tidak bisa benar-benar melayani kepentingan seluruh orang, namun kami harus memilih jenis kepandaian [yang butuh diarahkan],” kata Anton.

Dia pun menekankan perlunya pemerintah untuk meyakinkan iklim bisnis yang menguntungkan untuk investasi baru di sektor manufaktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *